“Bukit Temiang” Aset Desa Sidamulya

Desa Sidamulya, wisata sawah “BUKIT TEMIANG” dan Nguriuri budaya luhur.

Bersama : Narto, Pendamping Desa.

Ditengan hamparan sawah luas desa Sidamulya, terdapat Bukit yg bernama “Bukit Tumiyang” yg belum termanfaatkan oleh desa. Padahal ini berada pada letak georafis yg sangat strategis, yaitu dekat Segi tiga emas, pertigaan wringinharjo.

Kepala desa sidamulya bpk Takim menggagas lokasi ini bisa dijadikan Ikon Kota Sidareja. Sebelum ke tujuan wisata lain yg ada di kecamatan Sidareja para wisatawan bisa menikmati wisata pesawahan dari bukit tumiyang tersebut.

Untuk sampai ke bukit tumiang hanya butuh beberapa menit saja dari Jalan Raya Sidareja, melewati tanggul sawah berliku, rumput hijau dan berbagai jenis tanaman tumpang sari khas petani sidamulya

Terdapat wahana rumput yg dikelilingi pohon2 besar untuk tempat berteduh alami. Selain itu ada area icakan/gupakan untuk bermain anak2 menyatu dengan lumpur alam, setelah anak itu bermain gupakan terdapat pancuran air jernih untuk mandi, dan mencuci pakaiannya sendiri. Harapannya itulah edukasi yg harus diterapkan sejak dini.

Sejumlah mainan anak2 warisan leluhur masih terawat disini, mulai dari soleram, petak umpet, jongjang, utit karet gelang, dirdiran, tungtung balung, lumbungan, dengklek, hingga gobag sodor tersedia disini. Mainan tradisional ini sudah hampir punah, padahal semua itu, pastinya punya makna, nilai dan kenangan tersendiri bagi anak dimasa depan. Jika tdk diuri-uri akan menjadi menjadi hak paten milik negeri orang lain.

Tersedia pula warung makan tanggul, yg dirancang sebagai mana cara makan para petani saat berada disawah. Ditanggun, alas daun, menu sederhana namun tanpa mengurangi nikmat.

para calon pengantin baru, bisa ambil view buat prawedding, dengan model petani untuk mengingatkan kita kepada nenek moyang yg bermatapencaharian agraris.

“Nguriuri budaya nenek moyang, bukan berarti kuno atau tdk moderen”

Terima kasih.

Facebook Comments

2 Comments

Tinggalkan Balasan